Feed Display
Situs Testing !
| Partigatiga Sihapunjung dan Anggaranim |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Monday, 11 August 2008 06:00 |
|
Pada abad ke-13 hiduplah tiga orang keturunan marga Damanik Sidabariba atau lebih akrab disebut Bariba yang bersaudara, yaitu Parmata Manunggal yang tertua (bukan nama asli tapi gelar), Anggaranim saudara tiri, dan adik mereka Partigatiga Sihapunjung (bukan nama asli tetapi gelar). Ketiganya bermukim di suatu kampung kecil yang dahulu disebut Siantar Matio (Sibisa Lumban Julu, dekat Kota Parapat sekarang). Di masa mudanya Partigatiga Sihapunjung dikenal sebagai seorang pemuda ganteng, demikian juga kakak tirinya Anggaranim seorang gadis jelita dan rupawan, kerjanya sehari-hari hanya bercermin pada mata air. Sementara Parmata Manunggal berbeda dengan keduanya, ia terlahir dalam keadaan cacat, bermata satu dan bermuncung panjang (Si Sada Mata Si Ganjang Unsum). Namun dengan keadaan seperti itu, justru ia tidak kehilangan kepercayaan diri, bahkan ia mampu menampilkan diri sebagai seorang abang yang siap mengayomi adik-adiknya. Kelak ketika adiknya, Partigatiga Sihapunjung mendirikan Kerajaan Siantar, abangnya ini ditugaskan sebagai penguasa di daerah Sipolha.Dalam kesehariannya Partigatiga merupakan seorang pedagang kerbau yang sering melakukan pengembaraan demi memperdagangkan dagangannya. Dalam pengembaraannya sampailah ia ke Silampuyang (dekat Marihat Kasindir, Tiga Balata) dan menetap di kampung itu. Di tempat itu, Partigatiga Sihapunjung kemudian menikah dengan putri Pertuanan Silampuyang bermarga Saragih (Ketika masih berada di Sibisa Partigatiga sudah pernah kawin dan meninggalkan beberapa orang anak di antaranya bernama Si Ali Urung gelar Ompu Barita. Salah seorang cucunya bernama si Bagod Dihitam). Ketika berada di tempat itu, usaha dagang kerbau masih terus ditekuninya hingga mendapat keuntungan yang besar hingga membuat sang mertua bangga terhadapnya. Mengetahui keadaan adik mereka yang berlimpah dengan harta, abangnya Parmata Manunggal dan kakak tirinya Anggaranim kemudian menyusul adik mereka ke Silampuyang, ikatan persaudaraan sebagaimana ketika masih berada di Siantar Matio kini terjalin kembali. Namun tidak lama setelah kebahagiaan itu dirasakannya, Partigatiga tiba-tiba mengalami bangkrut (punjung) besar-besaran sehingga hal itu membuat sang mertua tidak mengaguminya lagi serta menganggap remeh terhadapnya. |
| Last Updated on Sunday, 06 December 2009 04:47 |
Statistik
Members : 59Content : 43
Web Links : 6
Content View Hits : 14036
Pengunjung !
Terimakasih sudah berkunjung ke SIPITUHUTA, saran, info, dan apapun yang anda berikan demi kemajuan kita bersama akan kami terima dengan senang hati!
Powered by fotodanvideo.com
Tamu Yang Berkunjung






![]() | Hari ini | 27 |
![]() | Kemarin | 24 |
![]() | Minggu ini | 27 |
![]() | Minggu yg lalu | 194 |
![]() | Bulan ini | 151 |
![]() | Bulan yg lalu | 1297 |
![]() | Semua | 20657 |
Your IP: 38.107.191.101
,
Today: Sep 05, 2010
Extensions









